Toserba & Diskotek Pertama di Bandung

Sekitar awal tahun 1800 kota Bandung yang kita kenal sekarang ini masih berbentuk LEUWENG (Hutan).

Dimana masih penuh dengan binatang buas maupun rawa. Maka dari itu tidaklah heran apabila KAMPUNG BANDOENG nan mungil itu. Dahulunya mendapatkan julukan PARADISE IN EXILE (Sorga di Pembuangan) 

Namun sejak jalur kereta api mulai singgah ke Bandung pada tahun 1884. Kota Bandung mulai berkembang. Dimana mulai berdatangan orang asing dari mancanegara termasuk Belanda maupun Tiongkok.

Diantaranya adalah M. KLASS DE VRIES beserta istrinya. Mereka tiba di Bandung pada tahun 1899. Dan terdaftar sebagai penduduk Eropa yang ke 1.518 di Bandung

Pada awalnya mereka mulai usaha dengan membuka warung kecil di Alun-alun Bandung tepatnya di lokasi tanah gedung BRI sekarang ini. Mereka jualan makanan dan minuman (P&D).

Namun sepuluh tahun kemudian tepatnya pada tanggal 11 Nopember 1909 mereka pindah ke lokasi tempat dimana toko De Vries sekarang ini ialah di jl Asia Afrika No. 100. Lokasi toko baru ini mereka berada di ujung tombak atau totogan dari jl. Braga sebelah hotel Homan.

toko De Vries pada tahun 1910

Bangunan toko dengan gaya Arsitektur Oud Indisch Stijl (Klasik Indis) ini dibangun oleh Biro Arsitek Edward Cuypers Hulswitt.

Pada tahun 1920 gedung tsb dipugar dan dirubah kembali bentuknya menjadi gedung seperti yang kita kenal sekarang ini.

Dengan luas toko yang jauh lebih besar maka mereka bisa menjual berbagai macam barang yang jauh lebih lengkap. Mulai dari peralatan dapur, kain pakaian, sepatu, alat-alat tulis semuanya serba lengkap.

Jadi sudah mirip dengan TOSERBA atau Supermaket yang kita kenal sekarang ini.. Maka tepatlah apabila toko De Vries ini dinobatkan sebagai TOSERBA pertama di Bandung.

toko De Vries sekarang

Lokasi toko mereka sangat baik dan strategis. Maklum letak tokonya berhadapan langsung dengan gedung tempat pertemuan orang-orang Belanda ialah di Gedung Merdeka (Societei Concordia) yang kita kenal sekarang ini. Gedung Merdeka dibangun 1926.

Maklum di gedung tsb hampir setiap minggu selalu penuh dikunjungi oleh orang para juragan perkebunan (Preanger Planter) maupun pejabat pemerintah Belanda lainnya.

Di samping itu tokonya juga bersebelahan langsung dengan Hotel Homan yang merupakan hotel bintang lima terbaik dan pertama dijamannya.

Melihat keberhasilan dari Toko De Vries. Saingan mereka ialah Toko Thiem yang juga cukup besar membuka usaha yang sama. Namun mereka kalah bersaing sehingga akhirnya bangkrut dan tokonya ditutup. Di atas lahan bekas toko Thiem inilah akhirnya Hotel Preanger dibangun. Sedangkan gedung bekas toko De Vries sekarang ini dipakai oleh Bank NISP Bandug.

Dan apakah anda tahu bahwa DUGEM atau DISKOTEK pertama Bandung dahulu dibuka di bawah gedung De Vries dengan nama CAVE BAR. Tepatnya pada tanggal 19 Juli 1969. Di tempat itulah dahulu Rollies Band sering pentas.

Ciri khas dari CAVE BAR pada saat itu ialah ukiran BARONG di atas pintu masuknya.

I know what I’m talking about, sebab pengelola dari Diskotek tsb dahulu adalah kakak kandung saya John almarhum. Disitulah pula saya merayakan HUT saya

sumber: catatan Robert Nio (Mang Ucup)

5 Artikel Terbaru di BB

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Iklan

Silahkan berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s